Menuju Merapi

Kali ini kusampaikan pesan dari atas ambulan yang melaju di jalan Tegal menuju Merapi.

Pesan dari ketidaknyamanan hidup sang penghuni taman. Bapak bencana marah murka, menghempaskan semua yang ada di depannya. Memuntahkan semua yang ada dalam perut gendutnya.

Merapi menjadi tujuanku kini. Untuk mencoba menjadi sesuatu yang berarti. Aku tahu ini hanya secuil perjuangan. Namun ku yakin ada manfaatnya untuk seberapa pengungsi.

Kau tahu yang kurasa? Setiap persendianku merasa goyah, dadaku menjadi resah. Aku tak berdaya menyaksikan mereka yang kena musibah. Makanya kucoba gerakan bandan ini meskipun payah. Agar duka cepat teruarai sudah. Menjadi lega para saudara hingga hari yang lengah.