Selamat Jalan Bu Ratna

Pagi ini tak seperti biasa, aku tak bisa datang lebih awal ke LKC. Sepeda motorku kempes di tengah jalan. Alhasil, harus bersabar mencari tukang tambal ban. Maklum masih pagi belum ada tukang tambal ban yang buka. Aku terus memacu dengan lambat mencari tambal ban yang sudah mulai beroperasi.

Sampailah pada sebuah tempat yang memang membuka serviceĀ  tambal ban. Sebelumnya aku menduga, seperti bisanya yang menjadi pekerja tukang tambal di sana ialah seorang pemuda atau bapak-bapak. Ternyata aku keliru, yang mengoperasikan tambal ban itu ternyata seorang ibu separuh baya. Waktu itu ia sudah nangkring di depan bengkelnya. Continue reading “Selamat Jalan Bu Ratna”