Izin Dinas Luar

Insya Allah mulai Mei 2012 ini, saya akan melaksanakan dinas luar dan tidak akan melakukan sidik jari lagi setiap pagi. Dan aku juga tidak akan lihat lagi Pak Salim yang setiap pagi di meja sekuriti mengisi TTS angka-angka, yang udah kayak agen rahasia Israil, Mossad yang menerima tugas melalui sandi-sandi lewat TTS koran yang terbit tiap pagi.

Perangai Pak Salim ini tentu sangat jauh berbeda dengan Herman yang pendiam dan Budi yang agresif. Apalagi bila dibandingkan dengan senyum ustad Yazid, semuanya jadi lewat daaah.

“Maaf Pak Tono dan Acih, aku juga nggak mau tandatangan absen yang di titip di sekuriti itu, meskipun sidik jariku jarang pernah dinyatakan gagal oleh mesin itu. sehingga aku tidak perlu cuci jari dulu seperti yang sering dilakukan dr. Yeni dan Peni (hehehehe: jangan tersinggung yaa).” Sebenarnya sih aku agak sebel juga dengan tuh mesin, ia tidak pernah mendoain “Pak Maifil Sukses!” yang di doain selalu si “Verifikasi, Sukses!” Continue reading “Izin Dinas Luar”

Bahaya Anda Mengenal LKC

Kalau Anda datang ke LKC dan menyaksikan langsung bagaimana pasien-pasien dari keluarga miskin ini dirawat, saya pun takut air mata Anda akan menetes, hati Anda akan bergetar. Jika tidak terjadi hal-hal yang demikian, berarti Anda bukanlah orang yang perlu saya khawatirkan.

Kalau Anda belum kenal LKC, sebaiknya Anda berpikir jauh sebelumnya. Mungkin juga Anda harus melihat ke dalam diri Anda, sejauh apa Anda siap untuk mengenalnya.

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma yang disingkat LKC ini, berada di kawasan Mega Mall Ciputat, Tangerang Selatan. Ia berupa klinik yang melayani kesehatan para kaum dhuafa dan orang-orang miskin yang terpinggirkan di negeri ini. Ia orang-orang susah yang di pandang sebelah mata oleh banyak pihak.

Karena itu kalau Anda mengenalnya, Ini sangat berbahaya bagi Anda. Jika Anda mengenal LKC, saya takut keangkuhan dan kesombongan Anda akan hancur di sini. Nurani Anda akan luluh, karena melihat bagaimana orang-orang yang berkekurangan dilayani dengan ikhlas dan gratis di sini. Continue reading “Bahaya Anda Mengenal LKC”

Selamat Jalan Bu Ratna

Pagi ini tak seperti biasa, aku tak bisa datang lebih awal ke LKC. Sepeda motorku kempes di tengah jalan. Alhasil, harus bersabar mencari tukang tambal ban. Maklum masih pagi belum ada tukang tambal ban yang buka. Aku terus memacu dengan lambat mencari tambal ban yang sudah mulai beroperasi.

Sampailah pada sebuah tempat yang memang membuka service  tambal ban. Sebelumnya aku menduga, seperti bisanya yang menjadi pekerja tukang tambal di sana ialah seorang pemuda atau bapak-bapak. Ternyata aku keliru, yang mengoperasikan tambal ban itu ternyata seorang ibu separuh baya. Waktu itu ia sudah nangkring di depan bengkelnya. Continue reading “Selamat Jalan Bu Ratna”

Senyumnya Bu Samot!

Bu Samot sebelum dan sesudah aspirasi

Hari ini aku melihat Bu Samot Binti Said, 63 tahun, seorang nenek yang menderita Tumor di pelipis kiri, tersenyum senang kepadaku. Setiap kali bertemu dia disaat kontrol dan dirawat di LKC selalu tersenyum. Meski ia hanya melihat dengan mata kanan.

Tapi senyumnya Bu Samot sangat berbeda dengan senyumnya 10 hari yang lalu. Hal itu karena Tumor di pelipis kiri itu sudah dilakukan aspirasi cairan (penyedotan dengan memasukkan slang melalui hidungnya). Alhasil, tumor yang menggayut di pelipis itu sudah kempes. Penyedotan dilakukan minggu lalu di RSCM.

Menurut warga Kampung Tegal Kadu, Serang Baru, Banten  ini dia merasa senang dengan keluarnya cairan dari pelipis kirinya itu. Kini ia sudah merasa agak ringan, namun mata kirinya belum dapat melihat sempurna karena sudah lima tahun tertutup. Selain itu di bekas pembengkakan itu meninggalkan tulang yang menonjol di bagian pelipisnya, sehingga ia susah untuk sujud dalam shalatnya. Continue reading “Senyumnya Bu Samot!”