2 Kabar Duka di Hari Raya

Ada dua kabar duka yang merusak bahagia saat orang raya. Pertama, tragedi di depan istana.
Kedua, penusukan pada pendeta dan jamaatnya.

Baiklah kita bicara tentang tragedi di istana, Allah menghadirkan potret kemiskinan yg sesungguhnya ke depan mata kepala negara. Biar dia tahu kondisi Indonesia yang sesungguhnya. Macam mana negara akan berwibawa di mata negara tetangga karena mengurusi warganya saja tidak becus adanya. Masa harus kehilangan nyawa hanya mendapat salam dan isinya dari kepala negara. Dari peristiwa ini, besar ternyata kerja yang harus dilakukan negara terhadap warganya.

Mari kita bicara pula pada kasus penusukan pendeta. Kasus yang merobek-robek rasa kasih dan cinta sesama warga. Kasus yang tidak titik temu sejak lama. Meski 500 polisi berjaga, tapi kejadian terjadi jauh sebelum adanya penjaga. Sudah jelas ada masalah kenapa harus pula pawai di jalan sana, seakan melihatkan unjuk rasa dan perlawanan yang ada. Pemerintah yang tahu kasus ini dari semula lamban pula adanya menyelesaikan sampai ke akarnya.

Ini adalah duka bersama, hendaknya cepat dituntaskan secara seksama. Jangan ada lagi kekerasan apakah lagi sampai kehilangan nyawa.