Sebab –sebab Manusia Kemasukan Jin

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam buku Risalatul Jinni, hal 27, menjelaskan sebab-sebab masuknya jin ke dalam tubuh manusia:

Pertama, karena syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, baik jin maupun manusia.

Kedua, jin itu ingin menguasai manusia dengan menikahinya. Dan banyak juga manusia yang terjebak mau melakukan pernikahan dengan jin dan punya anak. Hal ini banyak terjadi, disebutkan dan dibicarakan para ulama. Mayoritas para ulama membenci pernikahan jin dan manusia ini. Karena pernikahan itu sebenarnya dilakukan karena kebencian jin itu kepada manusia. Continue reading “Sebab –sebab Manusia Kemasukan Jin”

Sebab –sebab Manusia Kemasukan Jin

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam buku Risalatul Jinni, hal 27, menjelaskan sebab-sebab masuknya jin ke dalam tubuh manusia:

Pertama, karena syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, baik jin maupun manusia.

Kedua, jin itu ingin menguasai manusia dengan menikahinya. Dan banyak juga manusia yang terjebak mau melakukan pernikahan dengan jin dan punya anak. Hal ini banyak terjadi, disebutkan dan dibicarakan para ulama. Mayoritas para ulama membenci pernikahan jin dan manusia ini. Karena pernikahan itu sebenarnya dilakukan karena kebencian jin itu kepada manusia. Continue reading “Sebab –sebab Manusia Kemasukan Jin”

Menjaga Silaturahmi

Ketika saya sedang online di YM, tiba-tiba datang panggilan dari seorang bapak yang telah saya anggap sebagai orang tua sendiri. Ya, pak Muchlis Hamid. Sudah lama kami tak berjumpa. Terakhir berjumpa di kampung halamanku, yang kebetulan kampung kami  tidak berjauhan.

Setelah berbalas sapaan. Beliau mengingatkan saya tentang silaturrahmi.Aku jadi malu. Memang dulu kami sama-sama aktif di setiap kegiatan kampung halaman kami. Kami aktif karena kami terpicu dengan gerakan yang gigih bupati kami membangun kampung halaman kami. Sekarang kami jadi pasif karena bupati kami juga pasif. Mungkin dia aktif sebagai bupati, tapi tidak aktif membangun silaturrahmi dengan perantau dan seniornya.Sehingga kami pun menjadi pasif bersilaturrahmi baik sesama kami maupun aktifitas sosial ke kampung. Continue reading “Menjaga Silaturahmi”

Pantaskah Saya Mendua

Sering saya melihat berita kriminal di televisi, seorang kekasih membunuh bahkan ada yang tega memutilasi pasangannya. Sering juga ditemui seorang anak manusia berbuat kemusrykan [menjual keyakinannya kepada Allah SWT] dengan pergi ke dukun untuk meminta pelet agar kekasihnya tak berpindah tangan. Dan banyak cerita lain yang serta tindakan yang dilakukan dengan energi yang luar biasa, semuanya itu hanya karena cemburu terhadap pasangannya.

Mengamati cerita-cerita heroik akibat kecemburan itu saya tersandung oleh Ayat Al Quran yang berbunyi : Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (Al Quran 4 : 116). Continue reading “Pantaskah Saya Mendua”

Mengenali ‘Awalnya’ Diri

Satuhal yang menjadi renungan bagi saya pagi ini adalah tentang bagaimana Allah menciptakan saya. Sejenak saya coba merenung dan mencoba menerawang jauh ke belakang bahwasanya Allah SWT yang Maha Pencipta sudah menciptakan manusia pertama Adam dari tanah dengan ucapan Kun dan Fayakun (terjadi maka terjadilah).

Kisah Adam ini  menjadi pemahaman saya dari semenjak kecil, saya masih ingat waktu itu guru mengaji saya mengisahkan tentang kisah Adam ini. Padahal sebelumnya pada masa anak-anak, sebagaimana anak-anak lainnya, saya sering bertanya kepada orang tua saya, dari mana saya berasal, dari mana ibu dan ayah berasal, dari mana pula kakek-nenek berasal. Selanjutnya…. dan selanjutnya dari mana pula makhluk yang berkembang biak sampai sekarang, alam dan semuanya yang ada di bumi ini berasal. Continue reading “Mengenali ‘Awalnya’ Diri”