Puiih, Lupa Dia!

Terdengar kabar tentang gedung baru DPR menelan biaya yang tidak sedikit. Luar biasa, kata siaran TV diharapkan media dan rakyat tidak menghubungkan dengan kemiskinan.

Sungguh permintaan yang di luar kebiasaan. Hal ini juga tidak mendasar, apakah soal kemiskinan yang mendera rakyat ini benar-benar di luar kepedulian bapak dan ibu yang mengaku wakil rakyat.

Ini sangat berbeda dengan jualan yang dimaksudkan ketika masa kampanye dulu. Ada yang mengatakan, “Kalau saya dipilih rakyat sejahtera, bahagia, aman, sentausa, sembako murah.”

Puiih! Lupa dia. Ketika sudah duduk di gedung mewah dengan segenap fasilitas ekslusif. Sekarang malah menambah gedung baru dengan dana milyaran. Lalu apa gedung itu menjamin anggota dewan tidak bolos lagi kalau ada sidang.

Heran, sampai lupa dengan rakyat yang kemiskinannya memprihatinkan. Lihat aja yg ngantri sembako di klenteng dan gereja, karena jamaah masjid tak mampu untuk berbagi.

Tukul aja tahu, kalau kemiskinan dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu amanat Undang Undang Dasar 45.

Apa nggak sebaiknya kalau dana bikin gedung baru itu diserahkan untuk dhuafa yang selama ini jadi target jualan mereka semasa kampanye.

Atau supaya tahu sedikit nasib rakyat, kita minta berkenan anggota DPR ikut antere minyak tanah dan sembako. Puiih! Continue reading “Puiih, Lupa Dia!”

Nurul Tidur Berlantaikan Tanah, Sarmin Tidur Bersama Sampah

Tim Home Care LKC dengan Nurul

Ciputat – Menyambut Ramadhan 1431 H, LKC Dompet Dhuafa mengunjungi pasien yang tidak bisa dilayani di klinik LKC lewat program Home Care ke rumah pasien. Kali ini Selasa (10/8/2010) yang mendapat kunjungan adalah Nurul Hikmah, 24 tahun, di Citayam dan Sarmin, 55 tahun, di Sawah Lama, Ciputat.

Di rumah pasien Nurul yang menderita kanker otak sejak kecil, tim LKC mendapati Nurul sedang terbaring di kasur yang ditaruh di atas lantai tanah di rumahnya. Nurul kelihatan gembira dengan kedatangan tim LKC. Ia merasa mendapat kunjungan saudara, maklum Nurul sudah sejak umur 11 tahun menjadi pasien dan member LKC. Continue reading “Nurul Tidur Berlantaikan Tanah, Sarmin Tidur Bersama Sampah”

Susu Formula ‘Bunuh’ Orang Miskin

Cileduk- Jika memberikan susu formula kepada bayi dari keluarga miskin sama saja ‘membunuh’ masyarakat miskin secara sistematis. Kenapa tidak, dari 4,5 juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia, dalam enam bulan pertama setiap bayi membutuhkan 44 kaleng susu formula. Apabila satu kaleng susu formula harganya Rp60.000,- maka setiap bayi membutuhkan Rp2.640.000 hanya untuk membeli susu formula untuk enam bulan pertama.\”Belum lagi untuk kebutuhan beli dot, air, gas, listrik dan lain-lain. Sementara pendapatan dari seorang ayah dari keluarga miskin sangat minim. Untuk menutupi biaya ini akan mereka cari kemana?,” sebuah pertanyaan menggelitik dari dr. Asti Praborini SpA, IBCLC ketika menyampaikan makalahnya dalam presentasi di depan sekitar 200 ibu-ibu dan calon ibu d

melaluiLKC.OR.ID :: Berita & Kegiatan.

Sudahkah Kita Kehilangan Nurani?

Beberapa waktu lalu di pengadilan Tangerang, janda-janda pahlawan meratap, karena mereka dipidanakan karena tidak mau pindah dari rumah yang sudah ditempatinya berpuluh-puluh tahun, bahkan sejak suami mereka masih hidup dan dielu-elukan sebagai pahlawan bangsa.

Dan baru kemarin, kita menyaksikan Satpol PP berupaya menggusur masyarakat China Benteng yang hidup turun temurun di sana dan hari ini kita lihat pertempuran Satpol PP dengan masyarakat pembela sejarah Islam di Priok, saat upaya eksekusi di Kuburan Mbah Priok.

Dari tiga kasus ini, terlihat egoisme pemerintah sebagai penguasa menghadapi rakyat yang mempertahan diri mereka. Janda pahlawan, China Benteng dan Kuburan Mbah Priok adalah sejarah yang tidak bisa dihilangkan dari negeri ini.

Padahal tanpa sejarah yang terukir itu, kita sekarang tidak bisa apa-apa. Termasuk satpol PP, Gubernur dan Walikota belum tentu bisa akan menikmati kursi empuknya sekarang, jika tidak berlangsung sejarah yang terukir dengan darah, pengorbanan dan kehilangan nyawa pada masa dahulunya.

Ternjadinya bentrokan berdarah dengan Satpol PP yang bertahan dengan secarik kertas SK Eksekusi yang dijadikan dewa seakan kertas itu isi sebuah kitab suci yang harus dipatuhi. Mereka mungkin lebih patuh dengan SK itu sendiri ketimbang Kitab suci yang mereka yakini.

Sudahkah kita kehilangan nurani, dengan segala aksi yang tersiar di TV. Haruskah semuanya diselesaikan dengan represif?

Tulisan ini juga dimuat di Politikana

Manajemen Suku Minangkabau

Dalam berjalannya waktu banyak yang terjadi dalam adat Minangkabau, walaupun sudah digambarkan bahwa adat ini tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan. Banyak yang mempertahankan keelokan adat kita ini karena tahu dan banyak pula yang tak acuh lagi karena tidak tahu. Generasi sekarang saja pengetahuan adatnya perlu dipertanyakan, apalagi generasi muda yang akan menentukan masa depan ranah ini.

Inti dari adat Minangkabau adalah mufakat. Prof DR Keebet von Benda menemukan bahwa tangga menuju mufakat sudah runtuh. Banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan sepanjang adat, menjadi silang sengketa berkepanjangan, lalu timbul cakak bahkan bentrok antar nagari. Atau dibawa berperkara ke pengadilan negara. Yang menang menjadi arang dan yang kalah menjadi abu. Kedua belah pihak menderita kerugian. Pada hal adat Minangkabau sudah menyediakan solusi setiap masalah yang timbul dalam masyarakat.

Solok Saiyo Sakato (S3) suatu ikatan masyarakat Solok di Jakarta menyadari kesulitan-kesulitan yang terjadi di kampung halaman.

Lebih lengkap dapat Anda baca dalam buku Manajemen Suku, yang sudah disusun sejak Gamawan Fauzi SH masih jadi Bupati Solok dan sekarang Menteri Dalam Negeri. Buku ini tidak jadi dicetak karena kesulitan dana.

Namun Anda dapat membacanya dalam bentuk e-book berikut, silahkan di download di sini.

manajemen buku

Membongkar Gurita Cikeas

Ong Yuliana : Pokoke saiki (pokoknya sekarang) SBY mendukung.
SBY itu mendukung Ritonga lho

Anggodo : Koen ngarang ae! (Kamu ngarang aja nih!)

Ong Yuliana : Harus ditegakno, ngarang yo opo sih? (harus
ditegakkan, ngarang gimana sih)?

Ong Yuliana : Ini Pak SBY ngerti (tahu). SBY mendukung
kita.

Pembicaraan antara Anggodo Widjojo dan Ong Juliana Gunawan
yang berhasil disadap KPK sontak menggegerkan publik tanah
air. Kecurigaan pun menyeruak, jangan-jangan Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono terlibat dalam lingkaran makelar kasus
(markus). Wajar apabila opini miring itu tercetus, karena nama
SBY terang-terangan disebut oleh Ong Juliana yang hingga
kini tak tahu rimbanya.

Begitu Paragraf awal dari pengantar penerbit buku yang ditulis George Junus Aditjondro. Buku ini habis sebelum diluncurkan ke toko buku, sekarang pun banyak beredar di internet dalam bentuk e-book. Anda yang belum sempat membaca silahkan download di sini, yang dibagi menjadi 7 file untuk menggampangkan Anda, setelah download semua letakan seluruh file dalam satu folder dan ektrak dengan winrar:

Part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7

Cerita tentang Koin

Beberapa hari ini kami disibukkan untuk menghitung koin yang masuk dari berbagai daerah, koin itu sebuah persembahan dari berbagai lapisan mulai yang kaya hingga yang miskin, begitu juga pejabat dan para pemulung, mereka semua menunjukkan kepedulian dan keperihatinan terhadap nasib yang melanda Prita Mulyasari, seorang ibu yang mengeluhkan pelayanan buruk sebuah rumah sakit lewat email dan dikirim ke teman-temannya. Dari temannya email ini merebak luas ke seantero alam maya.

Pejabat Rumah sakit itu murka dan membawa Prita ke pengadilan dengan tuntutan pidana dan perdata. Tuntutan pidana sampai saat ini masih disidangkan di PN Tangerang. Sementara kasus perdata mewajibkan Prita Mulyasari membayar ganti rugi sebesar Rp204 juta. Hal inilah yang mengundang perhatian dan kepedulian dari semua lapisan.
Continue reading “Cerita tentang Koin”

09 09 09

Hari ini 09 09 09 dikatakan sebagai hari yang hoki, setidaknya ada 16 orang bayi yang dipaksa lahir di Jakarta di hari ini. Mereka lahir dioperasi. Di antara yang 16 hanya 2 orang yang lahir normal. Itulah harapan dari seorang orang tua, berharap anaknya selalu hoki karena lahir di 09 09 09.

Bagiku yang juga dilahirkan di 09 09 dan hari ini juga jatuh diumurku yang ke-35, angka ini adalah angka yang biasa-biasa saja. Aku tidak akan berharap pada sebuah angka. Aku hanya percaya kepada Allah Azza Wajalla yang menciptakan aku dan angka-angka itu.

Bukankah salah kaprah kita menumpangkan peruntungan pada angka-angka yang kita anggap hoki. Lalu di mana Allah yang Maha Segalanya akan kita taruh? Jangan gadaikan akidah kita dengan mempercayai angka-angka itu. Aku tetap dalam sebuah keyakinan bahwa Allahlah yang Hoki dan memberi Hoki di dunia dan di akhirat.

“Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidup dan Mati hanya karena Allah SWT.”

Namun demikian di hari ini 090909, suatu hal yang membahagiakanku adalah sebuah teguran dari sahabat-sahabat melalui FB, SMS, email tentang usiaku, perhatian dan doa semuanya membuatku tersentak dan sejenak aku merenung:

padaMu yaa Allah :
mungkin sudah 90909 lebih shalat yang kulalaikan
mungkin sudah 90909 lebih dosa yang telah kuperbuat
mungkin sudah 90909 lebih kedzaliman yang telah kulakukan
mungkin sudah 90909 lebih rahmat Allah yang tidak aku syukuri
mungkin sudah 90909 lebih rasa sombong yang kuujudkan
mungkin sudah 90909 lebih maksiat yang ternikmati
mungkin sudah 90909 lebih nikmatnya syurgaMu dan kejamnya nerakaMu yang kudustakan
mungkin sudah 90909 lebih anak yatim dan miskin yang kubiarkan

padamu Bapanda dan Ibunda
mungkin sudah 90909 lebih tetesan susu ibunda yang kulupakan
mungkin sudah 90909 lebih tetesan peluh bapanda yang tak kuaanggap
mungkin sudah 90909 lebih rasa sayang dan harapan yang kukecewakan
mungkin sudah 90909 lebih durhaka yang kusengajakan
mungkin sudah 90909 lebih kebanggaan yang kuhancurkan

padamu sahabat, saudara dan keluarga……
mungkin sudah 90909 lebih kekecewaan sahabat yang aku abaikan
mungkin sudah 90909 lebih permintaan tolong sahabat yang tidak dapat kubantu
mungkin sudah 90909 lebih kesalahan pada manusia yang kukerjakan
mungkin sudah 90909 lebih jasa sahabat yang tak terbalas
mungkin sudah 90909 lebih rasa sayang, perhatian dan perlindungan sanak, saudara dan family yang kunafikan

di tanggal 09 09 09 ini kumohonkan ampunanMu Ya Allah
di tanggal 09 09 09 ini kumohonkan maafmu Bunda dan Bapanda
di tanggal 09 09 09 ini kumohonkan keridhoanmu sahabat, saudara dan keluarga

Semoga Allah menetapkan hati kita pada iman dan takwa kepadaNya dan memberikan kita kebahagian dunia wal akhirat serta dicapaikan cita-cita dan harapan. Amin.

terimakasih sebanyak 90909 lebih untuk semua sahabat atas segala doa dan perhatiannya.Hanya Allah saja yang dapat membalasi kebaikan semuanya dengan balasan yang lebih baik. Amin.

Jazakumullaha Khairan Katsiran.

Maifil Eka Putra
Ramadhan
09 09 09

Bunda, bagaimana kalau Allah tidak izinkan aku mudik?

Mudik memang unik, bukan kewajiban tapi sudah menjadi sebuah kebiasaan. Tentunya kebiasaan yang baik, berbulan bahkan bertahun di rantau, saat mudik tiba di masa lebaran menjadi sebuah kesempatan yang membahagiakan bagi siperantau untuk bertemu sanak keluarga di kampung halaman.

Mudik pun digunakan untuk bersimpuh dikaki orang tua sekali musim raya mohon doa restu dan mohon doa keselamatan untuk berjuang mengais rejeki di rantau orang. Semuanya perantau menjadi rindu untuk mudik. Tak ketinggalan aku ini juga merasakan yang sama.

Lebaran kali ini, belum ada bayangan yang membuat aku mungkin dapat mudik dan bersimpuh di kaki bunda dan bapanda. Bukan karena apa-apa, karena keadaan yang mungkin memaksa. Ongkos yang mulai menaik dan perjuangan keras sebelum lebaran ini membuat itu semua menjadi kabur adanya.

Mungkin mudik dengan selular dan internet dapat dilakukan kapan saja, tapi untuk mudik bertemu fisik menjadi perasaan yang mengusik juga. Sangat berarti dan sangat diharapkan. Ya sudahlah, Bunda dan Bapanda serta saudaraku semua, mohon maaf kalau Allah belum izinkan aku mudik lebaran kali ini.

Bayangan masih tetap menjadi bayang-bayang dan angan-angan. Tapi aku tidak tahu rahasia Allah mana tahu Ia katakan Kun untukku dan Fayakun-lah mudikku.

Aku rindu kalian semua…..

Dolar dari Yuwie untuk Anda


Anda ingin memperoleh $ 10,000 (sepuluh ribu dolar) setiap bulan bahkan lebih ?

Di Yuwie Anda bisa memperolehnya. Ya setiap bulan bukan hanya sekali tapi setiap bulan selamanya.

Apa itu Yuwie ?

Yuwie adalah situs pertemanan seperti halnya friendster, cuma bedanya kalau di Yuwie kita dibayar. Kita dibayar berdasarkan page view, atau setiap aktivitas kita di Yuwie semuanya dihitung. Aktivitas itu contohnya mulai dari login, edit profile, upload foto, kirim pesan, kasi komentar, lihat profile orang lain, mencari teman dan lain-lain begitu juga kalau ada orang lain yg melihat profile kita maka kita juga dapat bayaran maka itu buatlah profile kita semenarik mungkin dan perindahkanlah blog kita. Kalau ingin memperbesar penghasilan maka carilah referral sebanyak-banyaknya. Referral bebas sampai berapa kita inginkan dan kedalaman hingga 10 level. Nah disinilah peran penting referral, dg memperoleh referral yg banyak selain Anda banyak teman Anda juga banyak penghasilan. Seperti kata pepatah sekali dayung 2 bahkan 3 pulau terlampaui. Bukanlah hal yg sulit mencari referral karena ini semuanya gratis tidak ada yg dirugikan bahkan have fun. Continue reading “Dolar dari Yuwie untuk Anda”