Kenangan Masa Kecil

Masa kecilku, adalah masa yang terindah dan yang pasti tidak akan pernah terlupakan. Aku dilahirkan dari keluarga pendidik. Umur dua bulan, aku sudah ditinggalkan bersama nenekku, karena bapak dan ibuku harus memenuhi panggilan menjadi guru di sebuah desa yang terisolir. Aku bersama nenek sampai aku tamat sekolah menengah pertama. Sedangkan kakek meninggalkan kami karena berpulang ke hadirat ilahi ketika aku masih duduk di kelas di kelas 1 SD.

Ketika itu, orang tua bagiku adalah nenek dan kakek yang sangat menyayangiku. Seperti anak lain, menurut cerita orang, sayang ke cucu lebih dari anak sendiri. Begitu berlaku pada diriku. Aku merasa disayangi dengan sangat berlebihan oleh kakek dan nenekku. Menurut cerita nenekku, kakek selalu menggendongku di pundaknya kalau ia pergi kekebunnya. Tidak banyak memang kenangan bersama kakek karena ia terlalu cepat pergi. Tapi kenangan bersama nenek, sangatlah banyak karena baru Idul Fitri kemaren beliau menyusul Kakek ke alam baqa.

Meski aku seorang cucu yang sangat disayang oleh nenek, tapi bukan berarti aku dimanjakan dan tidak diajarkan arti sebuah kehidupan. Salah satu bukti di masa aku SD, aku selalu diberikan kegiatan yang positif. Setiap sore aku harus menjajakan dagangan seperti gorengan hangat dan jagung rebus atau kue buatan nenek lainnya yang merupakan olahan dari hasil panen dari kebunnya.

Aku disuruh menjaja bukan berarti nenekku tidak punya kemampuan dalam ekonomi. Nenek dan kakek cukup terpandang di negeri kami di kawasan Gunung Talang. Ia memiliki usaha pertanian dan dagangan yang cukup lumayan di masa itu. Jadi upaya nenek menyuruhku keliling kampung berjualan hanya semata-mata untuk mendidik aku berusaha, bahwa apa yang kita dapatkan bukanlah turun dari langit begitu saja, namun ada sebuah upaya yang harus dilakukan. Hasil dari sebuah usaha sesuai dengan seberapa keras usaha yang kita lakukan. Hal itu kusadari setelah aku dewasa dan mengerti tentang kehidupan ini.

Dari Sebuah Televisi

televisiAda info sahih dari sumber yang tak mau menyebutkan namanya, setelah Face to Face ANTV, giliran Film Lepas Extra Large yang kena tegur. Film bioskop yang tayang pada 10 November 2008 pukul 21.00 di SCTV ini dinilai banyak menampilkan adegan dan percakapan yang mengesankan hubungan seks secara eksplisit dan vulgar. Untuk itu, KPI meminta agar SCTV tidak lagi menayangkan tayangan film tersebut dan tayangan sejenis lainnya.
Continue reading “Dari Sebuah Televisi”

Mencoba Berbagi dengan Blog

Dulu waktu aku masih SMP, aku justru menuliskan keluh kesahku kedalam buku catatan, yang orang bilang itu adalah diari. Hal itu aku lakukan sampai aku SMA. Entah berapa diary yang telah dihabiskan.

Kehidupan yang berpindah-pindah (kayak nomaden aja), diary-diary itu satu per satu tidak terarsipkan dengan baik. Dan terkadang aku juga malas membacanya, karena catatan perjalanan hidupku terlalu pahit untuk dikenang. Ada yang manisnya, itu juga malas aku baca, cukup ku ingat saja, kalau aku baca lagi, seakan aku mau kembali lagi seperti dulu. Aku nggak mau lagi menjadi anak kecil atau remaja seperti dulu, bagiku itu lucu dan tidak mengasyikan, malah malu-maluin.

Kini ketika dunia membuka lebar untuk aku curhat, apasalahnya diaryku ku tulis di sini. Bisa jadi apa yang kutulis akan memotivasiku jadi lebih baik. Atau bermanfaat dan memberikan inspirasi kepada orang lain. Tapi maaf, aku tak akan bercerita soal aibku atau keburukankku. Aku tak mau jadi bahan omongan entertainmen berita gosip (kayak orang terkenal aja). Hal itu cukup aku dan Tuhan aja kali ya yang tahu.

Cerita dari Jalanan

trantibJalanan di nusantara mulai panas. Para preman, wts, gelandangan di berbagai daerah ditangkapi, tempat yang diduga menjadi tempat mesum ‘digaruk’ polisi. Alhasil tidak sedikit yang terjaring. Berbekal untuk menciptakan kestabilan keamanan, ketertiban umum, dan ketenangan masyarakat memperkuat motivasi polisi melancarkan razia. Meskipun ada suara dari sudut lain yang meragukan cara polisi itu. Continue reading “Cerita dari Jalanan”

Sebuah Kisah dari Lembah Nirbaya

INDONESIA-ATTACKS-BALI-EXECUTION-COMBO-FILESKali ini suara bergema dari lembah Nirbaya, Nusakambangan, Jawa Tengah. Amrozi, Imam Samudra, Ali Gufron akhirnya menghadap sang khalik dengan peluru yang dimuntahkan dari 3 regu tembak Brimob, Polda Jawa Tengah. Pukul 00.15 WIB, 9 November 2008 kesunyian Lembah Nirbaya menjadi buyar karena letusan senapan laras panjang yang memuntahkan peluru, seiring dengan ‘pelukan’ malaikat maut yang memboyong tiga nyawa dalam tempo beberapa saat saja. Continue reading “Sebuah Kisah dari Lembah Nirbaya”

Apresiasi untuk Obama

obamaSejak tahun 2004, Obama sudah menjadi senator yang dicintai rakyat Amerika. Meski Ia menjadi orang kelima senator berkulit hitam di negeri Paman Sam itu. Perjuangannya, kharismanya membuat warga seluruh dunia salut kepadanya. Apalagi ketika mengamati pemilihan presiden Amerika yang ke-44 baru-baru ini, benar-benar menakjubkan. Ia menang telak melawan saingannya dari Partai Republik. Continue reading “Apresiasi untuk Obama”

Merdeka dari Hati

Kemerdekaan. Ya, sebentar lagi kita akan memperingatinya untuk ke-63 tahun. Pertanyaan yang sering terdengar di setiap memperingati kemerdekaan adalah sudahkah kita merdeka? Jawabannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan sudah, ada yang belum, adapula yang menyebut kemerdekaan setengah hati.

Makna dari sebuah kemerdekaan tentulah sangat luas. Sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT dan rasulnya, yang paling penting untuk dihayati adalah sudahkah kita merdeka dari hati? Dengan kata lain, apakah kita sudah memerdekan hati kita dari persoalan yang akan menghambat hubungan kita vertikal kepada Allah SWT dan horisontal kepada makhluk lainnya.
Continue reading “Merdeka dari Hati”

BBM dan Kemiskinan

Sebuah cerita dari negeri kita. Warga negara tidak menjadi  perhatian utama.  Sedih, pilu mengharu biru ketika menyaksikan antrian pembayaran konpensasi naiknya BBM. Berdesakan dalam antrian yang panjang menjadi pemandangan yang membanggakan bagi pemerintah. Katanya, ia telah melakukan yang terbaik untuk rakyatnya. Padahal, di sisi lain harga pokok yang menggila, ongkos transportasi yang meroket, tingkat prustasi yang menanjak, emosi yang menaik, tidak bisa dibayar hanya dengan sekedar BLT yang diberikan pemerintah. Begitu juga mahasiswa menjahit mulutnya sendiri, mogok makan, demo sampai berantam juga menjadi pemandangan sehari-hari. Mereka meminta Tolak Kenaikan BBM. Continue reading “BBM dan Kemiskinan”

Tragedi Monas

Sangat dikejutkan kita dengan persoalan-persoalan bangsa kita saat ini. Di tengah kesulitan hidup yang melanda rakyat dengan naiknya harga bahan pokok, akibat naiknya BBM. Terjadi pula tragedi monas yang mencorengkan muka Islam di Indonesia. Ya, kekerasan.

Kebanyakan media memblowup peristiwa ini, mereka mengalihkan perhatian yang tadinya penolakan BBM, pembubaran Ahmadiyah menjadi menolak kekerasan dan pembubaran FPI. Sebuah peralihan isyu yang sarat dengan nuansa politik. Siapa yang diuntungkan?
Continue reading “Tragedi Monas”