Bertaruh Nyawa Lawan Corona, Menahan Sesak Rindu pada Keluarga

Seorang perawat sebut saja namanya Indah, 23 tahun, menangis terisak di salah satu sudut ruang rumah sakit, ia menyepikan diri untuk membuang seluruh sesak di dada. Hari itu ia merasa senang karena mendapat izin off setelah berhari-hari menjaga pasien PDP Covid19.

Ia berjibaku dan sudah seperti setrikaan bolak-balik dari pasien satu ke pasien lainnya. Ia setia mengikuti anjuran dokter yang didampinginya. Lelah, letih dan gerah sudah tidak terperikan lagi, karena alat pelindung diri yang dipakai sudah seperti pakaian astronot ke luar angkasa, panasnya bukan main.

Belakangan sejak Covid19 merebak, jadwal kerja Indah sudah tidak normal, bahkan yang biasanya diberlakukan shift, sekarang tidak begitu, semua tenaga medis baik dokter dan perawat disiagakan. Indah termasuk perawat yang harus siaga melawan Corona.

Lelucon Kalian, Air Mata Keluarga Kami

Hari ini, makna #dirumahaja yang sebagian kalian abaikan dan menjadi bahan lelucon menjadi air mata bagi keluarga kami.

Prof. DR.dr. Bambang Sutrisna, MHSc, Ahli Epidemiologi FKM UI

Demikian kalimat pembuka dari instastory putri almarhum Prof Dr dr Bambang Sutrisna MHSc, ahli epidemiologi FKM Universitas Indonesia. Putri almarhum Prof Bambang yang memiliki akun NonzNonz dengan nama Leonita Triwachyuni A S, MD ini, menyampaikan kisah ayahnya yang terpapar virus COVID-19 dari pasien yang dia tolong di tempat praktiknya.