Wajah Negeriku

Dulu 1998, sempat menyaksikan bagaimana reformasi bergulir. Terjebak di antara kerusuhan, menyaksikan balada rakyat yang menjarah apa yang bisa di jarah. Sedih, miris dan sesak melihatnya. Aku hanya bergumam, beginilah nasib bangsaku di bawah tirani korup.

Kini 2019, terkesan lebih brutal. Memang bukan kerusuhan yang brutal, tapi cara penguasa memberlakukan rakyatnya. Penanganan unjuk rasa, kenaikan harga-harga dan hutang negara. Semua tidak ada keberpihakan kepada rakyat. Rakyat dibelah secara sistematis. Dihisap darahnya melalui pencabutan subsidi. Tapi hidup tetap masih belum sejahtera meski subsdi dicabut. Aku pun hanya bisa bergumam beginilah nasib bangsaku di bawah tirani korup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

RELATED POST

Sang Tunanetra Pengajar Ngaji Tunanetra dengan Al Quran Braile

Irmawati (27), terpilih menjadi salah satu penerima manfaat program Disabilitas Mandiri, kolaborasi Sariayu Martha Tilaar dengan Dompet Dhuafa, dalam memperingati…

Si Malang Akbar, Lahir Tanpa Bola Mata

CIPUTAT – Dambaan setiap orang untuk memiliki buah hati yang sempurna, begitu juga dengan keluarga Ali Rahmat Nasution (46) dan istrinya…

Meninggal Setelah Diruqyah

Hari ini Allah SWT, benar-benar memberikan iktibar yang luar biasa. Allah mengizikan Ana untuk datang ke rumah salah seorang saudara…

Bantu Aris untuk Sekolah Lagi

Mochamad Risyantomi, panggilan Aris, umur 18 tahun ,lahir di Cirebon.Mengandalkan Ijazah SMP, sekarang Ia bekerja sebagai Office Boy (OB) di…

Google PR: 0
 · 
Alexa Rank: 0