garudapancasilaBangun tidur ku terus minum AQUA (74% sahamnya milik DANONE Perusahan Perancis) atau panasin dikit airnya pakai dispenser merek Miyako (buatan Jepang), kemudian aku seduh teh merek SARIWANGI (100% saham milik UNILEVER-INGGRIS) dan ditambah sedikit gula merek GULAKU (impor dari Malaysia).

Setelah itu aku mandi pakai sabun Lux dan gosok gigi pakai Pepsodent (kedua-duanya milik UNILEVER-INGGRIS). Ganti baju dan celana merek impor dari China. Setelah itu sarapan nasi dari beras impor dari THAILAND. Santai sebentar sambil nonton tv merek LG (buatan Korea). Terus kalau teman-temanku sambil santai juga menyeruput sebatang rokok merek SAMPOERNA (97% saham milik PHILIP MORRIS – AMERIKA).

Selepas bersantai berangkat kerja naik motor beat buatan Jepang sedangkan teman-temanku naik mobil dan motor buatan Amerika, Korea Cina, India, Eropa. Sampai kantor nyalakan AC buatan Jepang, di ruang lain terpasang juga AC buatan Korea, Cina. Pakai BB buatan Amerika yang operatornya Indosat, XL, Telkomsel semua juga milik asing Qatar, Singapura, Malaysia.

Pulang kerja ajak bini belanja ke Carefour milik Perancis atau ke GIANT punyanya Dairy Farm Intl. Bayarnya pakai debit atau ambil dulu uang ke ATM BII, BCA, DANAMON semua milik asing meskipun namanya masih nama Indonesia.

Terus besoknya mau rehab rumah pakai semen tiga roda sekarang milik Heidelberg Jerman kalau nggak pakai Semen Gresik yang udah dibeli Cemex Meksiko. Dan banyak lagi produk asing lainnya yang dipakai, nulis cerita ini juga pakai laptop rakitan China.

Terus lihat KTP ternyata sudah kadaluarsa, lalu datangi RT, RW dan Kelurahan untuk perpanjangan. Kayaknya inilah Produk ASLI atau MADE IN Indonesia sesungguhnya, karena membuatnya harus bayar uang pelicin. Kalau ente nggak bayar, dijamin selesainya atau keluarnya bakal lama atau parahnya tidak dapat tandatangan karena bapak lagi sibuk ada rapat sini dan situ. Alasan lain dari petugasnya, karena buat KTPnya sudah pakai komputer bukan lagi pakai mesin tik. Lha!?

*) Inspirasi dari berbagai sumber