RS Lapangan Mulai Beroperasi

Hari ini direncanakan RS Lapangan DMC DD akan mulai beraktivitas di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Di sini ada ratusan pengungsi yang dievakuasi dari kawasan Salam, Magelang. Di antaranya pengungsi tersebut ada yang manula, anak-anak dan balita.

Untuk itu hari ini dPosyandu untuk anak-anak dan manula. Seperti biasanya, pengungsi mulai tidak betah di kawasan pengungsiannya. Meski belum aman mereka merasakan kerinduan yang luar biasa pada kampungnya. Merek rindu rumah, mereka rindu hewan ternak, mereka rindu dengan tempat mereka nongkorong di kampung. Hal itu membuat mereka merasa sepi dan asing di pengungsian.

Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi RS Jalanan, yang tentu harus berkolaborasi dengan tim lain agar mereka secara psikologi dan kesehatan dapat mengatasi masalah yang terjadi. Untuk ini semalam sudah dilaksanakan TPA ceria. Anak-anak setelah belajar ngaji diajak bermain hulahup, dan permainan menarik ini menjadi hiburan pula bagi orang-orang tua mereka.

Saya yakin dengan membuat mereka sibuk akan membuat mereka sedikit tertepis dari rasa duka karena bencana. Ini hanya butuh waktu untuk sabar, jika suasana sudah aman dan terkendali, mereka dapat kembali ke kampung asal dan memulai hidup baru lagi.

Bagi saya yang beruntung dapat bergabung dengan mereka, melihat kondisi dan keadaan yang menimpa, sungguh sangat memilukan. Sebenarnya kalau pun mereka pulang nantinya, kalau bisa pemerintah sudah membantu untuk menyelesaikan rumah hunian untuk mereka. Hal ini mengingat rumah-rumah mereka di kawasan Tirto, Salam itu sudah berantakan diterjang awan panas saat Merapi meletus.

Setidaknya mungkin hal itu yang menjadi pikiran berat bagi para pengungsi, mereka ingin segera pulang untuk membenahi semuanya, meskipun dalam kondisi bingung mereka mau membenahi dengan cara apa dan pakai uang dari mana. Kalau berharap pada pemerintah mungkinkah harapan mereka akan terkabul? Mengingat situasi kemarin saja sebelum dievakuasi, selama 3 hari mereka hidup dalam terisolir; tidak ada listrik, makanan, air bersih. Saat itu pemerintah ke mana?

Bersyukurlah ada di antara warga yang dari rantau pulang ke kampung tersebut dan mereka kenal dengan Dompet Dhuafa. Setelah mengontak DMC Dompet Dhuafa yang memang spesialis untuk penanganan bencana ini melakukan inisiatif membawa mereka keluar dari daerah bencana tersebut. Alhamdulillah, UIN pun bersedia memfasilitasi angkutan dan tempat pengungsian serta pendirian RS Lapangan ini.

Semoga masalah pengungsi ini dapat teratasi dengan baik. Insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.