Puiih, Lupa Dia!

Terdengar kabar tentang gedung baru DPR menelan biaya yang tidak sedikit. Luar biasa, kata siaran TV diharapkan media dan rakyat tidak menghubungkan dengan kemiskinan.

Sungguh permintaan yang di luar kebiasaan. Hal ini juga tidak mendasar, apakah soal kemiskinan yang mendera rakyat ini benar-benar di luar kepedulian bapak dan ibu yang mengaku wakil rakyat.

Ini sangat berbeda dengan jualan yang dimaksudkan ketika masa kampanye dulu. Ada yang mengatakan, “Kalau saya dipilih rakyat sejahtera, bahagia, aman, sentausa, sembako murah.”

Puiih! Lupa dia. Ketika sudah duduk di gedung mewah dengan segenap fasilitas ekslusif. Sekarang malah menambah gedung baru dengan dana milyaran. Lalu apa gedung itu menjamin anggota dewan tidak bolos lagi kalau ada sidang.

Heran, sampai lupa dengan rakyat yang kemiskinannya memprihatinkan. Lihat aja yg ngantri sembako di klenteng dan gereja, karena jamaah masjid tak mampu untuk berbagi.

Tukul aja tahu, kalau kemiskinan dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Begitu amanat Undang Undang Dasar 45.

Apa nggak sebaiknya kalau dana bikin gedung baru itu diserahkan untuk dhuafa yang selama ini jadi target jualan mereka semasa kampanye.

Atau supaya tahu sedikit nasib rakyat, kita minta berkenan anggota DPR ikut antere minyak tanah dan sembako. Puiih!

2 thoughts on “Puiih, Lupa Dia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

RELATED POST

Nurul Tidur Berlantaikan Tanah, Sarmin Tidur Bersama Sampah

Ciputat – Menyambut Ramadhan 1431 H, LKC Dompet Dhuafa mengunjungi pasien yang tidak bisa dilayani di klinik LKC lewat program…

Susu Formula ‘Bunuh’ Orang Miskin

Cileduk- Jika memberikan susu formula kepada bayi dari keluarga miskin sama saja 'membunuh' masyarakat miskin secara sistematis. Kenapa tidak, dari…

Sudahkah Kita Kehilangan Nurani?

Beberapa waktu lalu di pengadilan Tangerang, janda-janda pahlawan meratap, karena mereka dipidanakan karena tidak mau pindah dari rumah yang sudah…

Manajemen Suku Minangkabau

Dalam berjalannya waktu banyak yang terjadi dalam adat Minangkabau, walaupun sudah digambarkan bahwa adat ini tak lekang karena panas dan…

Google PR: 0
 · 
Alexa Rank: 0