Pagi ini tak seperti biasa, aku tak bisa datang lebih awal ke LKC. Sepeda motorku kempes di tengah jalan. Alhasil, harus bersabar mencari tukang tambal ban. Maklum masih pagi belum ada tukang tambal ban yang buka. Aku terus memacu dengan lambat mencari tambal ban yang sudah mulai beroperasi.

Sampailah pada sebuah tempat yang memang membuka serviceĀ  tambal ban. Sebelumnya aku menduga, seperti bisanya yang menjadi pekerja tukang tambal di sana ialah seorang pemuda atau bapak-bapak. Ternyata aku keliru, yang mengoperasikan tambal ban itu ternyata seorang ibu separuh baya. Waktu itu ia sudah nangkring di depan bengkelnya.

Dengan sigap ia memeriksa ban dan membongkarnya. Al hasil, ditemukan dua penyebab ban itu kempes. Pertama, paku yang menusuk dan Kedua, potongan pisau cutter yang menghunjam.

Si Ibu Sang Penambal ban langsung beraksi membongkar dan menambal, 15 menit kemudian ban tersebut sudah dipasang kembali. Setelah diisi angin, aku pun bisa melanjutkan perjalanan ke LKC dan sampai di LKC sudah pukul 09.30 WIB.

Sesampai di LKC berbagai tugas rutin sudah menunggu, mulai dari rapat persiapan ifthor jamai sampai pada pengumpulan dokumentasi selama ramadhan. Di sela kesibukanĀ  itulah kabar duka datang, Bu Ratna yang kemarin sempat aku temui di ruang IGD dan tengah sesak napas berat, ternyata sudah tiada. Sore kemarin pukul 18.00 WIB Allau membawa bu Ratna ke pangkuanNya. Bu Ratna sudah tak kuasa lagi melawan penyakit kanker payudaranya yang telah akut.

Selamat Jalan Bu Ratna semoga senang dan damaiĀ  di dalam pelukan ilahi. Amin.