Semoga Terbayar Seluruh Deritamu

Aku dengar cerita tentangmu sahabat, mengharu biru rasaku. Tapi aku nggak bisa apa-apa, karena semua kepedihan dan kesusahaan sudah kau lewati sendiri dan bahkan angin pun tak pernah berbisik tentangmu.

DI mataku kau adalah wanita tangguh, yang mampu melewati derita itu sendiri. Memang ya, itu adalah jalan hidupmu. Aku bangga karena selama penderitaan itu kau tidak melupakan Yang Kuasa, sehingga ia menguatkan tulang punggungmu.

Sobatku yang pendiam, kalem dan smart. Bukankah begitu dirimu. Dari dulu aku terkesan dengan sikap yang anggun itu. Sebagai seorang wanita kau mempunyai jiwa yang kokoh, jadi aku jadi tak heran kalau kau mampu jalani semua.

Kau benar, diammu dari dulu adalah membuktikan keperkasaanmu. Kau mungkin tidak akan butuh sedikit peduli dariku, toh dari dulu kau tak bisa membacanya. Atau aku terlalu bodoh memancarkan sinyal itu. Entahlah!

Yang pasti mendengar sekelumit derita yang bertahun-tahun kau rasa, aku merasa orang yang paling lemah. Yah, sudahlah. Kau pasti tak akan mengerti, karena dari dulu pun kau tak pernah mengerti.

Biarlah dulu, karena dia sudah tertinggal. Kita hidup untuk masa yang akan datang. Aku turut senang mendengar mentari kembali bersinar di tamanmu. Ia akan menggairah kehidupan bunga-bunga hatimu. Aku yakin, tak akan ada lagi badai melanda bahteramu, karena angin limbubu itu sudah menjauh setelah sempat menggoncangkan bumimu.

Yakinlah sob, ujian diberikan Tuhan sesuai dengan kemampuanmu. Itu bukti sayangnya Allah kepada dirimu, kalau ia tak sayang ia tak akan berikan cobaan, ia mungkin biarkan kau terlena dengan kehidupanmu. Dengan ujian itu, kau pasti akan semakin tunduk dan bersimpuh padaNya.

Seperti jalan di kampung kita, di balik pendakian panjang, bisa jadi sesudahnya adalah jalan yang menurun ataupun berliku. Tetaplah ikhlas menerimanya.

Sungguh beruntung orang-orang yang ikhlas, sabar dan beriman bukan? Kalau dia diberikan kebahagian dia berbagi kebahagiaan dengan makluk yang lain sebagai wujud syukur, dan apabila diberikan ujian dia sabar dengan sangatnya, karena dia yakin ujian itu adalah keinginan Penguasa Alam. Jika sabar dan ikhlas tentu itu ujud dari rasa cinta kita kepada Penguasa Alam itu.

Jadi, jangan khawatir sob, derita yang lama kau rasakan masih kalah dengan nikmat-Nya yang melimpah. Tetap optimIs, doaku bersamamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.