Kehadiran iPad tidak Dibutuhkan Konsumen

Kehadiran Ipad dari Apple ternyata menghadapi masalah baru di dalam realitas kehidupan konsumen, sebagian besar konsumen ternyata memutuskan mereka tidak perlu dan tidak akan membeli produk baru.

Hal itu terungkap dari sebuah survey yang diterbitkan kemarin, seperti yang ditulis ITNews, (8/2/2010).

“Ada terlalu banyak kehebohan,” kata Manish Rathi, pendiri Sunnyvale, California, perusahaan pengecer yang berbasis online, Retrevo. Dalam dua jajak pendapat dengan responden lebih dari 1.000 konsumen di Amerika, masing-masing dilakukan sebelum iPad di luncurkan, 27 Januari mengungkapkan, mereka mengaku sudah kebanyakan perangkat dan tidak perlu lagi membeli yang baru. Mereka lebih mementingkan sepotong roti saat ini.

Dua survei Retrevo yang menanyakan kepada konsumen saat sebelum dan sesudah iPad diluncurkan. Ketika ditanyakan sebelum 27 Januari, 26% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka telah mendengar tentang iPad, tetapi tidak tertarik untuk membeli itu; angka itu dua kali lipat menjadi 52% setelah Apel CEO Steve Jobs mengambil panggung di San Francisco dan mengangkat sebuah iPad.

“Itu adalah jumlah terbesar,” kata Rathi. “Ketika produk itu keluar, lebih dari setengah berkata, ‘Aku tidak memerlukannya.”

Namun demikian dalam survey Apple: Persentase menunjukan, konsumen akan membeli satu sampai tiga kali lipat dari 3% sebelum pengumuman hingga 9% setelahnya.

“Tapi 52% adalah jumlah yang cukup besar,” kata Rathi. “Ini bukan apa yang Anda harapkan dari konsumen.” Itulah salah satu alasan mengapa Rathi sepakat dengan orang lain yang berpendapat bahwa iPad tidak akan melakukan apa-apa dibandingkan iPhone.

Tidak berminatnya konsumen terhadap iPad diantaranya kelemahan iPad yang tidak mendukung Flash dan multitasking, kurangnya aplikasi dan harga tambhan US$ 130 untuk konektivitas 3G.

Lebih meresahkan untuk Apple, kata Rathi, adalah hasil dari survei lain, yang juga diajukan sebelum dan sesudah iPad diluncurkan. Ketika ditanya “Apakah Anda sudah mendengar tentang tablet PC, apakah Anda pikir Anda memerlukannya?” 49% menjawab “Tidak” begitu jawaban survei sebelum Januari 27. Angkanya menjadi meningkat setelah iPad diluncurkan menjadi 61%.

Seperti dikutip dari ItNews, Rathi berpendapat interpretasi konsumen 49%-ke-61% itu merupakan bukti bahwa Apple telah kalah meyakinkan konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.