Kisah Tawa di Ujung Sana

Dua hari ini benar-benar terasa gelap dan sunyi. Tak ada secercah sinar dan desiran tawa seperti biasa. Ia membawaku ke sudut kehampaan yang tak terperikan, membenturkan ke tembok sepi. Duhh!

Hari ini tawa itu meledak dari ujung sana, memancing tawaku tersembur juga dari ujung sini. Di sana gembira di sini ceria, yah itulah yang berlangsung ketika itu. kwakaa kaa kaaa :))

Mungkin tidak seorang pun yang tahu kenapa sebabnya dan bahkan aku pun sempat bingung sendiri. Entah kenapa, ketika ujung sini dan ujung sana tersambung, hasilnya adalah tawa dan keceriaan. Teman-temanku pun merasakan sebuah keanehan. Sebelum-sebelumnya, mereka tak pernah mendengar aku yang selalu tertawa dan senang ketika melihat aku on the spot dari awal hingga sambungan berakhir.

Entah apa sebabnya bermula, hingga ketawa senang itu muncul. Mungkin ini juga suatu keabadian yang aku punya, minimal hingga saat ini. Akhirnya dari ujung sini aku melihat jauh ke belakang, kutapaki selaksa waktu, dari titik nol kita berjumpa hingga 2010 ini. Itulah yang menggetarkan senyum ini dan membuat senang selalu.

Sebuah energi yang terpancar dari hati nurani yang ikhlas menerima kondisi dan takdir yang terhampar. Sebuah kenyataan hidup yang penuh dengan getaran hikmah. Rasa itu menusuk terlalu dalam, menghunjam hingga ke dasar. Ia terpatri begitu kuat dan terikat erat oleh benang masa.

Nyanyiannya terlalu indah dan lekukannya selaras masa, begitu klasik namun antik, dan berkesan sepanjang masa serta sulit untuk dilupa.

Hmmm, sungguh nikmat dan menggugurkan semua resep makanan si koki ternama. Adukannya seimbang dengan bumbu kasih yang pas. Uuuuh, makin membuat hati ini menari, mengikuti irama salsa yang romansa. (Jadi ingat lagu Dipelukmu dari sebuah Gift yang bisa jadi gift juga buatmu).

Aduh! Menjadi sulit untuk menceritakan, karena terlalu dalamnya telaga ini, ia hanya terlihat seperti ikan hias yang menari, mengikuti gemercik air ke sana kemari. Huuh, mendengar tawanya saja aku sudah sesenang ini, apalagi bertemu dan mengukir hari….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.