Telaga Biru *Sebuah Jawaban

Telaga Biru mengundangku di akhir bulan yang lalu, hatiku terenyuh ketika itu, teringat sahabat yang hilang entah di mana, mungkin ditelan waktu.

Berkaca aku pada beningnya air telaga itu, tentu dan jelas ada yang berubah pada diriku Namun tidaklah Telaga Biru itu adanya, Air telaga tetaplah bening sebening hatiku, Juga selalu jernih sejernih anganku.

Sobat, 20 tahun kini telah berlalu, berjuta jalan berliku sudah kutempuh, Kuraih cita dengan hati sungguh, Walau kadang hati luluh dan rapuh

Sobat, sekian lama kita berpisah dan tak pernah berjumpa akhirnya di dunia maya kita cerita.

Sobat, walau kakiku telah cidera, tetapi aku tak boleh putus asa. Ku yakin akan kebesaran-Nya dan kasih sayang-Nya. Biarkan aku tetap melangkah dengan sejuta asa dan doa, karena kuyakin akan anugerah dari-Nya. Amin Allahumma Amin.

Sobat, …. engkau tetap sobatku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.