Bolehkah Aku Hari ini Bicara Cinta

Siapa yang memuja dan siapa yang mendewa, ia hanya manusia biasa. Ia sedang terluka dengan segenap lingkupan perkara. Simaklah ia berbicara, mengurai data demi data, mengolah fakta demi fakta.

Bolehkah ku bicara dengan waktu, begitu konsisten ia mengalir dan tidak berhenti meninggalkan masa. Ia membawaku berjalan, mengurai makna demi makna, hingga tak lepas pegangan ini meski hanya berbekal rasa.

Ia terpatri dengan rapi, dibalut sutra nan suci. Tak seorang pun tahu ia ada, hanya semilir nafas yang menguping, itu pun ketika ia berdiri menyamping.

Bolehkah aku berbicara dengan udara, ia selalu membawaku bergerak mengisi ruang hampa. Memenuhi segala ketiadaan dalam segala kegamangan. Ia yang meneruskan usia, ia pula yang membawa segala berita dari setiap langkah yang digerakkan, dari setiap masa yang ditinggalkan.

Bolehkah aku berbicara dengan air, ia  membawaku dari hulu mengalir. Bergerak dan terus melaju menggapai kawasan yang dituju. Dari segala hambatan yang dihadapi ia tetap tabah melalui. Kalau tak dapat menembus dengan energi, ia menggenang sampai tak terhalang lagi.

Ia yang mengajarkanku ketabahan, keuletan dan fokus pada tujuan. Walau menghempas ke terjalnya jurang, membanting ke dasar bebatuan. Ia tetap membawaku ke muara.

Bolehkan pula aku hari ini  berbicara dengan cinta, yang telah dipangku oleh waktu, yang diisi oleh udara dan dibasahi oleh air, apakah ia akan jadi percuma karena api yang membuatku binasa, membakar hangus tampa sisa,  kini jadi debu untuk berkawin dengan sang tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.