Terkadang Hidup Ini Terasa Pahit

Bagaikan meminum pil, memang hidup ini terasa pahit. Tapi kalau ditelan dengan keihklasan tentulah pahit itu menyehatkan. Betapa banyak orang hanya melihat pahitnya saja, tanpa memandang manfaat sebaliknya.

Kepahitan hidup anggaplah sebuah kerikil didalam sepatu. Boleh ia dipandang sebagai sesuatu yang kecil tapi mengganggu perjalanan. Sebagai orang yang bijak, tentu kerikil itu segera di buang jauh-jauh agar tidak lagi menjadi ganjalan.

Suatu kisah mengandung banyak hikmah. Ia terbangun dengan sebuah ritme yang kadang bergelombang sesuai tekanan frekwensi dari dalam diri atau dari luar. Kisah-kisah disekeliling kita yang sekaligus bergesekan dengan kita, akan membentuk ritme kehidupan kita juga. Lama-lama ia akan menjadi sejarah.

Sejarah tentunya tinggal di belakang, kita hanya bisa mengenang dan mengambil hikmah dari setiap tahapan-tahapan dari sejarah yang kita gores. Tentunya goresan itu tidak menjadi penghalang kita untuk terus maju ke depan. Kita akan tetap melaju dengan jalan yang tersedia dengan berbagai cara dan berbagai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.

Suatu hal yang pantas kita syukuri adalah kita memiliki masalalu, karena dengannya kita dapat mengambil pelajaran demi pelajaran untuk menjadikan kita orang yang terbaik di masa datang. Kekurangan yang pernah mengisi hidup kita menjadi sebuah kekuatan di masa sekarang untuk mencapaikan kita menjadi manusia yang mendekati sempurna di tahapan berikutnya.

Tentunya kehidupan ini tidak dapat berjalan sendiri. Suatu hal yang tidak terlepas dari semuanya adalah spirit Tuhan yang ada dalam hati kita. Bukankah Ia yang mengariskan jalan hidup ini untuk kita, hanya dengan sebuah pesan untuk kita berdoalah dan berusahalah agar jalan yang kita tempu menggapai kesuksesan.

Jadi, berpegang teguh dengan kekuatan yang Tuhan punya menjadi mutlak ketika kita ingin diberikan pertolongan dan kekuatan dalam hidup ini. Sebuah tawaran yang tidak boleh kita tolak, karena tidak akan ada pertolongan bagi orang-orang yang menjauhkan dirinya dengan Tuhan.

Selain itu menjalin silaturahmi dan persahabatan jangan dilupakan pula, karena bisa saja pertolongan dan bantuan Tuhan itu datang dari sekeliling kita. Karena dengan berbagai skenario Tuhan tidak langsung memberikan pertolongannya melalui kita. Tapi ketika menjadi orang baik terhadap sesama di sana diselipkan Tuhan setetes kasih sayangnya yang melepaskan kita dari dahaga dan kepahitan hidup ini.

Semoga bermanfaat bagi diriku dan bagi orang-orang yang ikhlas bersamaku!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.