Bunda, bagaimana kalau Allah tidak izinkan aku mudik?

Mudik memang unik, bukan kewajiban tapi sudah menjadi sebuah kebiasaan. Tentunya kebiasaan yang baik, berbulan bahkan bertahun di rantau, saat mudik tiba di masa lebaran menjadi sebuah kesempatan yang membahagiakan bagi siperantau untuk bertemu sanak keluarga di kampung halaman.

Mudik pun digunakan untuk bersimpuh dikaki orang tua sekali musim raya mohon doa restu dan mohon doa keselamatan untuk berjuang mengais rejeki di rantau orang. Semuanya perantau menjadi rindu untuk mudik. Tak ketinggalan aku ini juga merasakan yang sama.

Lebaran kali ini, belum ada bayangan yang membuat aku mungkin dapat mudik dan bersimpuh di kaki bunda dan bapanda. Bukan karena apa-apa, karena keadaan yang mungkin memaksa. Ongkos yang mulai menaik dan perjuangan keras sebelum lebaran ini membuat itu semua menjadi kabur adanya.

Mungkin mudik dengan selular dan internet dapat dilakukan kapan saja, tapi untuk mudik bertemu fisik menjadi perasaan yang mengusik juga. Sangat berarti dan sangat diharapkan. Ya sudahlah, Bunda dan Bapanda serta saudaraku semua, mohon maaf kalau Allah belum izinkan aku mudik lebaran kali ini.

Bayangan masih tetap menjadi bayang-bayang dan angan-angan. Tapi aku tidak tahu rahasia Allah mana tahu Ia katakan Kun untukku dan Fayakun-lah mudikku.

Aku rindu kalian semua…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

RELATED POST

Puiih, Lupa Dia!

Terdengar kabar tentang gedung baru DPR menelan biaya yang tidak sedikit. Luar biasa, kata siaran TV diharapkan media dan rakyat…

Nurul Tidur Berlantaikan Tanah, Sarmin Tidur Bersama Sampah

Ciputat – Menyambut Ramadhan 1431 H, LKC Dompet Dhuafa mengunjungi pasien yang tidak bisa dilayani di klinik LKC lewat program…

Susu Formula ‘Bunuh’ Orang Miskin

Cileduk- Jika memberikan susu formula kepada bayi dari keluarga miskin sama saja 'membunuh' masyarakat miskin secara sistematis. Kenapa tidak, dari…

Sudahkah Kita Kehilangan Nurani?

Beberapa waktu lalu di pengadilan Tangerang, janda-janda pahlawan meratap, karena mereka dipidanakan karena tidak mau pindah dari rumah yang sudah…

Google PR: 0
 · 
Alexa Rank: 0