‘Imam Samudra Cs’ Bangkit dari Kubur

Sebelumnya saya berfikir dengan ditembak mati pelaku Bom Bali Imam Samudra Cs, maka akan mati juga aksi teror bom di Indonesia.

Ternyata dugaanku salah, baru mau berangkat kerja hari ini, televisi sudah menyiarkan langsung tentang terjadinya pemboman di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton yang tentunya kita semua sudah tahu betapa buruk akibatnya.

Meski Imam Samudra Cs sudah dihukum mati — terlepas ada dugaan pelaku bom orang yang tidak senang dari hasil pemilu– ternyata jiwa Imam Samudra Cs masih hidup dari orang-orang yang tidak suka kedamaian dan ketentraman.

Kejadian ini, jelas akan berdampak pada pandangan internasional terhadap Indonesia. Apakah akan ada travel warning atau hubungan bisnis lainnyan akan terkoreksi. Continue reading “‘Imam Samudra Cs’ Bangkit dari Kubur”

Pemerintah Colorado Bagi Ponsel untuk Rakyatnya, Indonesia Membagi Apa?


Berita tekno hari ini, Kamis (16/7), memberitakan upaya pemerintah Colorado, Amerika Serikat untuk meningkatkan taraf hifup rakyatnya dengan membagikan ponsel untuk rakyatnya yang kurang mampu secara gratis, bahkan juga memberikan gratis satu jam lebih berbicara dengan calon majikan melalui ponsel per bulannya.

Bukan main, pemerintah di negara lain sudah sampai pada tahapan service yang memuaskan kepada rakyatnya. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah pusat Amerika Serikat tempo hari ketika ia memutuskan masuk ke era TV Digital, rakyatnya yang kurang mampu diberikan bantuan berupa voucher untuk membeli Boks penerima TV digital sehingga TV Analog yang mereka punya dapat menerima siaran TV digital.

Negara kita Indonesia kayaknya benar-benar jauh dari upaya-upaya ini. Karena berbagai persoalan yang lebih urgent belum mampu mengatasinya. Seperti kekurangan beras dan kekurangan pekerjaan.

Angka kemiskinan yang terus melonjak, angka pengangguran yang terus meningkat menambah PR besar bagi pemerintah. Jangankan ponsel dan TV digital, BLT dan raskin yang sudah dianggarkan saja, cara pembagiannya pun terkadang menemui banyak persoalan. Mudah-mudahan saja menjadi tekad yang baik bagi pemimpin negara kita ke depan.

Beritanya di WartaTechno

Belajar dari Kelalaian Twitter


Perusahaan internet sekelas Twitter yang memberikan layanan jasa microbloging dan memiliki jutaan pelanggan bisa kecolongan karena ulah dedemit maya.

Akibatnya data dokumen penting yang ada dalam perusahaan tersebut berhasil bocor keluar, Rabu (15/7). Hacker mengirimkan dokumen yang dicuri itu ke berbagai media online dan email lainnya termasuk saingan Twitter.

Dokumen rahasia yang cukup strategis tersebut tentu bisa menjadi bahan untuk mengalahkan Twitter dalam persaingan bisnis online yang semakin sengit belakangan ini.

Jelas ini sangat perlu diperhatikan, security sebuah jaringan internal harus menjadi prioritas kalau tidak mau data rahasia dibobol penjahat siber. Kalau memang itu sebuah dokumen rahasia selayaknya tidak ditinggalkan di dalam komputer jaringan, namun perlu ditaruh di storage ekternal yang dapat diakses ketika dibutuhkan saja.

Selain itu tentu banyak cara untuk mengamankan data. Yang penting adalah perusahaan harus sadar terhadap data itu dan melakukan upaya pengamanan dengan berbagai tools yang mungkin dapat dilakukan.

Begitulah berita menarik yang dapat disimak melaui wartatechno di portal WartaOne.com pagi ini.

Pilpres Usai Apakah Janji Usai

Ketika berjalan di pagi hari di sekitar rumahku, aku bertemu seorang kakek yang sedang mendorong gerobak. Ia berangkat mencari barang bekas, karena memang itulah perkerjaannya sehari-hari.

Seperti biasa, kami saling menyapa dan tersenyum. Ternyata Pilpres yang baru saja berlangsung menggelitik ia juga, meski ia seorang pemulung.

“Pak, apakah SBY menang dengan kata-kata Lanjutkan! itu apakah berarti penderitaan rakyat seperti saya ini dilanjutkan juga pak?”

Saya tersentak juga dengan pertanyaannya, akhirnya aku mengatakan. “Karena rakyat sudah mempercayakan kepadanya, mudah-mudahan SBY menjadi pemimpin yang amanah. Mudah-mudahan Ia tidak lupa janjinya selama kampanye.”

“Oh, Iya, Pak. semoga Pilpres usai, janji presiden terpilih nggak usai ya pak?”

Ia pun belalu. Aku hanya tersenyum.