Nauzubillah, sangat menyedihkan kondisi akidah kebanyakan umat muslim Indonesia saat ini. Timbulnya gejala-gejala alam yang menakjubkan dan aneh-aneh bukannya menambah keimanan untuk menambah ketakjuban kepada Allah Yang Maha Agung malah beralih menundukkan hatinya takjub pada gejala alam yang aneh tersebut, yang padahal terjadi karena izin Allah SWT agar makhluknya mengambil iktibar.

Tingkah aneh manusia yang takjub pada ciptaan Allah SWT tentunya bukanlah hal yang baru, sebelum Rasulullah di utus Allah SWT, bangsa Arab juga terjebak pada rayuan syaitan untuk menundukan hatinya pada gejala alam yang terjadi di sekitarnya. Mereka takjub pada berhala deperti patung yang mereka buat sendiri, baik terbuat dari kayu, besi, logam mulia dan roti. Apakah bangsa Arab ketika itu bangsa yang terbelakang? Tentu tidak, bangsa Arab waktu itu sudah tinggi budayanya ini dibuktikannya dengan adanya pasar seni di mana orang-orang berkumpul mengadu ketajaman berpikir dengan menyusun kata-kata indah seperti syair puisi dan lagu.

Kini di abad informasi yang melimpah di dukung teknologi dan majunya pemahaman pengetahuan yang ilmiah. Namun hal itu tidak cukup untuk membuat akal semakin cerdas. Akal seakan tumpul ketika melihat ketakjuban yang sebenarnya merupakan was-was syetan di hati manusia yang terlena, bukannya memuji Sang Khalik ketika melihat keajaiban itu.

Tidak cukupkah  kita melihat kebesaran Allah yang menyemburkan lumpur di Sidoarjo yang hingga saat ini tak bisa dihentikan. Apakah harus kita menyembah lumpur Sidoarjo itu karena ia tidak berhenti menyembur? Tidakkah kita harus mengkoreksi diri tingkah apa yang telah kita lakukan di atas Bumi Sidoarjo itu, sehingga Allah menjadi murka seperti itu.

Lalu kenapa ketika ada batu Ponari yang disambar petir,  pohon kayu yang sehabis ditebang dahannya meneluarkan getah, dari lantai rumah menimbulkan panas lantas kita percaya mendatangkan kesembuhan. Keanehan demi keanehan itu adalah cobaan dari Allah Swt agar hati kita harus lebih tunduk kepada-Nya.

Yakinlah tidak ada kesembuhan di datangkan Allah dari proses yang instan. Karena struktur tubuh kita juga bukan barang ciptaan yang asalan jadi jangan berobat dengan yang asalan. Tubuh kita diciptakan dengan sempurna oleh Allah SWT, dan penuh perhitungan, ini terbukti seperti alis mata dan jenggot mesti sama-sama rambut dan sama-sama tumbuh di atas kepala, tapi lihatlah apakah mereka sama-sama tumbuh memanjang. Allah  sudah mengatur pertumbuhan alis dan Allah juga sudah mengatur pertumbuhan jenggot. Semuanya benar-benar terukur atas peritahnya. Subhanallah.

Untuk itu hentikanlah percaya kepada ciptaan Allah yang kita yakini untuk mendatangkan manfaat dan kebaikan kepada kita. Tetapi tundukanlah hati kita setunduk-tunduknya untuk meyakini Allah SWT  illah dari semuanya, Hanya Dia yang bisa mendatangkan manfaat dan kebaikan. Malulah kita pada Allah SWT atas keyakinanan kepada selain Allah SWT yang sebenarnya sama posisinya dengan kita yaitu sama-sama makhluk yang tergantung pada kebesaran Allah SWT. Jangan tunggu murka Allah SWT karena kekeliruan kita bertingkah. Untuk jangan lagi kembali jahiliah. Wallahu alam bisawab.