Berbagi Bahagia : Dagdigdug Ultah !

tumpeng.jpg

Ada yang bahagia? Ya, ada.

Dagdigdug hari ini dirayakan hari jadinya yang ke 1 tahun, dengan perhelatan sederhana, potong tumpeng & doa, bertempat di Langsat 3A, Rumah Bloger Indonesia. Terbesit senyuman dari Pak Didi Nugrahadi, Paman Tyo, Enda Nasution, Pak Yusro dan lain-lainnya staf Dagdigdug.com. Dan yang paling manis senyumannya adalah Airin, Sekretaris Dagdigdug.Com yang hari ini bertepatan pula dengan hari Ulang Tahunnya. Lengkap kebahagian itu rasanya, dan lebih terasa dengan uenaknya rasa tumpeng.

Mau tahu rasa enaknya tuempeng ulang tahun Dagdigdug? Tidak bisa dilukiskan, dikatakan dan dibeberkan. Tapi rasa itu cukup membuat bibir Pak Untung Hartono, Mbak Eki, Mbak Susie, Pak Evi dan pasukan ‘berani mati’ Dagdigdug Nanang, Yanto, dan Marwan tersenyum senang. Apalagi Si Gembul Iqbal juragan tangkringan Wetiga, ikut senang berbagi kebahagian dengan Dagdigdug.

Ada yang lain? Ada. “Kita menunggu Nona Dita dan kawan-kawan bloger lain yang ingin berbagi bahagia dengan kita. Tapi karena mereka sibuk, cukup diwakili saja kebahagian ini. Semoga di tempat lain mereka juga berbahagia,” kata pak Didi memberi sepatah dan berpatah kata sebelum memutilasi tuempeng.

Kebahagian itu juga mengalir ke atas, Inmark Komunika saudara tuanya Dagdigdug. Sehari-hari yang bersama Dagdigdug staf Inmark Komunika Ryan, Novita, Wandi ikut senang. “Pokoknya Dagdigdug bahagia, kita senang,” kata mereka.

Aku? Justru yang paling bahagia dan paling senang. Karena itu aku berbagi info dengan semuanya. Ya, mudah-mudah saja kebahagaian itu abadi jauh ke masa-masa yang lebih jauh lagi. Selamat Ultah Dagdigdug, semoga semakin jaya.

Kami turut mendoakanmu!

Sality oh Sality

Hari ini hampir dihabiskan hariku oleh Virus yang bernama W32.Sality, yang tanpa perasaan sudah menghapus seluruh file exe di Windows XP di laptopku. Semula memang ragu menggunakan produk Bill Gates ini. Akan tetapi karena klien lebih banyak menggunakan file pdf yang diberi note ketika mengoreksi tulisan-tulisan tentang perusahaan mereka, akhirnya akupun install XP berdampingan dengan Ubuntu Iterpid Ibex 8.10.

Setelah menanyakan persoalanku ke Mbah Google, ternyata banyak orang yang bernasib sama denganku. Bukan saja PC atau Notebook yang dihajar oleh si Sality yang bernama cantik tapi tukang jagal ini. Server salahsatu perusahaan besar pun dibantainya. Berkat pengalaman-pengalaman merekalah akhirnya aku mencoba berbagai jurus yang diajarkan kawan-kawan netters yang telah mengalami persoalan yang sama.

Akhirnya si Sality di laptopku tewas juga (nggak tahu Sality di tempat lain). Puaskah aku? Belum, masih ada satu pekerjaan lain menunggu, memperbaiki seluruh file exe yang sudah dimutilasi oleh Salyti, penjagal dari dunia antah berantah ini. Tanya lagi mbah Google, banyak jawaban. Namun agaknya jalan yang ditunjukan berliku-liku. Akhirnya terpaksa install ulang aplikasi yang diperlukan. Memang menguras tenaga pikiran dan waktu. Klien tak mau tahu, sms, email, telepon tetap saja meminta perbaikan dari tulisan-tulisan yang sudah dikirimkan.

Under preasure seharian. Hingga tulisan ini diturunkan, perkembangan yang terjadi sudah menggembirakan. Aplikasi yang dibutuhkan sudah terinstall kembali. Sekarang lagi mencoba memasang pagar berlapis-lapis agar si Sality dan saudara-saudaranya tidak lagi masuk memutilasi file exe di komputerku.

Urusan dengan Sality selesai, saatnya sekarang kembali ke pekerjaan yang terambangkan. Sality oh sality semoga kau tak kembali.