Banyak Muslim Tinggal di Kuburan

Mungkin tidak ada yang lupa, beberapa waktu lalu televisi nasional doyan menayangkan pencarian ke alam ‘ghoib’. Sebut saja realtyshow ‘uka-uka’, ‘uji nyali’, ‘pemburu hantu’, ‘percaya nggak percaya’ dan berbagai bentuk siaran lainnya yang menceritakan berbagai usilnya manusia sampe-sampe urusan ghoib diurusi. Padahal persoalan yang nyata saja banyak yang tidak terselesaikan.

Salah satu yang nyata adalah betapa banyaknya umat muslim yang tinggal di kuburan. Lho kok bisa? Ya bisa. “Itu Rasulullah sendiri yang mengatakan,” tutur khotib Jumat di kantor Pajak, Jakarta Selatan, (28/11).

Menurut khotib, umat muslim yang penghuni rumahnya tidak dihiasi dengan ibadah terutama membaca Al Quran, maka rumah itu pada hakikatnya sama dengan kuburan. Sepi, seram dan menyeramkan, karena tidak ada cahaya Ilahi yang terpancar di rumah tersebut. Tentu si khotib berkata demikian, bukan tanpa alasan. Ia mengutip Hadist Shahih tentang cerita itu.

“Janganlah kamu jadikan rumah kamu itu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah. – Hadis riwayat ImamMuslim, no: 780,” jelas si Khotib yang lupa ku tanya namanya.

Dari cerita ini, menurut Khatib, rumah yang nggak pernah dibacakan alquran benar-benar akan dihuni oleh setan sama dengan kuburan yang merupakan sarang setan. Jadi orang-orang yang rumahnya tidak dihiasi bacaan Al Quran sama saja ‘memelihara’ setan.

Orang-orang yang memelihara setan, ya artinya membiarkan setan menggodanya, menguasainya dan mengatur hidupnya. Pantas saja rumah yang kayak gini tidak ada kedamaian dan selalu terasa panas. Rejeki jauh dari keberkahan. Justru sebaliknya cobaan datang silih berganti. Nauzubillah.

Si khotib juga memberikan solusi agar rumah tidak dihuni setan dan agar kita bukan disamakan dengan tinggal di kuburan. Salah satu masih di hadist tersebut, baca al Quran terutama Al Baqarah di rumah, secara kontiniu. Tentu diikuti dengan ibadah sunah lainnya. Bukan hanya dilakukan satu orang saja, tapi juga secara bersama-sama. Apaguna si bapak sholeh ibunya dikuasai setan atau sebaliknya. Begitu seterusnya anak, kakek, nenek, paman dll.

Nah, nggak mau tinggal di kuburan khan? Baca Al Baqarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.