Masih tentang Mr. Sixth Sence

Malam tadi gerimis, seperti biasa Mr. Sixth Sence tetap berjualan. Kami berhenti di urutan kedua di lampu merah Jl. Prapanca itu. Setelah menawari dagangannya ke mobil pertama ia pun menghampiri kami. Tapi kali ini kami coba diam, tangannya mengajukan dua gelas minuman mineral. Ia tidak berkata apa-apa, hanya mengunjukan tangannya yang memegang minuman. Karena kami diam, hampir saja ia berlalu dan pindah ke mobil berikutnya.

Buru-buru Bos saya menurunkan kaca mobil dan berteriak, “Oooi”. Ia kembali berpaling dan kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Alhamdulillah” dengan raut muka yang terlihat cerah diikuti tertawa kecil yang juga sangat menyenangkan.

“Kok,  malam pulangnya, Pak!” sapanya.

Setelah kami membeli dua gelas air mineral yang dijualnya, kata-kata yang pertama terucap juga alhamdulillah dan diikuti terimakasih. Kata-kata alhamdulillah dan terimakasih tidak pernah lupa diucapkan Mr. Sixth Sence ketika ada orang yang membeli barang dagangannya. Bahkan ketika transaksi selesai Sixth Sence juga tidak lupa mengingatkan, “hati-hati di jalan dan semoga Allah SWT menyelamatkan bapak sampai tujuan.” Subhanallah!

Mungkin hal ini sepele dan sering terlupakan. Tapi ucapan alhamdulillah, terimakasih, peringatan dan doa  yang diucapkan Sixht Sence adalah ucapan yang tulus dari hati. Menurut kami, hal ini  merupakan gambaran sempurna dari seorang hamba yang bersyukur kepada Allah SWT atas setiap nikmat yang diterimanya.

Betapa banyak kita (terutama aku, kami dan mungkin juga hamba Allah SWT yang lain) tidak  menyadari konteks rasa syukur ini. Banyak nikmat yang kita terima tapi kita nggak pernah merasa puas. Bahkan lebih naif karena kehilangan atau kecewa atas nikmat yang sedikit kita justru lupa mengingat nikmat lain yang lebih banyak. Terkadang karena halangan sedikit kita sudah putus asa. Nauuzibillah!

Tentu hal ini tidak berlaku bagi Mr. Sixth Sence, kayaknya ia mensyukuri seluruh kenikmatan itu meski berbagai kekurangan yang dia punya. Bahkan gerimis pun tak mampu menghentikannya berjualan, ia tetap mengucapkan alhamdulillah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.