Belajar dari Pelacur

Hari ini agak gerimis, tapi tidak menghalangiku untuk melangkahkan kaki ke mesjid terdekat melaksanakan shalat Jumat, sama dengan kaum laki-laki muslim lainnya.  Ketika itu khotib menyampaikan khutbah bertema ketakwaan kepada Allah SWT.

Tidak banyak yang berkesan di Jumat ini. Tapi ada satu kisah dari sang khotib yang terus terngiang di telingaku sampai aku mengisahkan ini. Ketika itu sang khotib menceritakan bagaimana Maha Pengampunnya Allah SWT.  Ia menyitir sebuah hadist yang mengkisahkan seorang wanita pelacur yang kehausan, sementara ia berada di tengah perjalanan yang tidak ada tempat meminta seteguk air. Akhirnya si wanita menghampiri sebuah sumur yang ada di pinggir jalan.  Belum ia sempat mengambil air untuk diteguk, di pinggir sumur Ia didapati seekor anjing yang sakarat yang mungkin juga kehausan sembari mengibaskan ekornya penuh harap.

Si wanita tidak mendapati sebuah ember pun untuk menimba air. Akhirnya ia menggunakan sepatu yang diikat dengan selendangnya sebagai tali untuk mengambil air dari sumur itu. Si wanita tidaklah meneguk air terlebih dahulu, meski ia sudah sangat kehausan. Dengan cinta yang memancar dari kalbunya ia memberikan air itu kepada anjing yang nyawanya hampir di ujung gonggongan. Anjing menelannya dengan sangat bernafsu, si wanita tersenyum.

Beberapa saat setelah minum, si anjing pun berdiri dan ia sudah segar kembali. Hidupnya selamat karena cinta si wanita tadi, meski si wanita sendiri sudah tidak lagi memaknai cinta dalam hidupnya. Kata Rasulullah, seperti diceritakan Khotib, karena perbuatan siwanita pelacur menyelamatkan nyawa binatang, dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.

Dari cerita ini tersansam begitu Maha Besarnya dan Maha Pengampunnya Allah SWT, hanya dengan sebuah kasih sayang yang tulus kepada mahkluk yang lain yang sedang kesusahan, Allah SWT melenyapkan dosa hambanya. Padahal kita semua tahu, menjadi pelacur merupakan dosa besar.

Kita memang manusia yang penuh khilaf dan dosa. Tapi jangan takut dengan dosa yang terlan jur kita kerjaka, teruslah berbuat baik kepada makhluk Allah SWT yang lain dan teruslah memohon ampunanNya Seberapa pun besarnya dosa yang kita lakukan, Allah Maha Besar dari itu. Ia akan mengampuninya (baca QS : Al Baqarah: 186 dan Anisa : 116). Setelah itu teruslah berharap. Tapi jangan berharap jadi pelacur yang berbuat baik kepada anjing dulu baru dosa kita terampuni. Pelacur dan anjing sama-sama membatalkan wuduk kita. Wallahu’alambisawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.