Apresiasi untuk Obama

obamaSejak tahun 2004, Obama sudah menjadi senator yang dicintai rakyat Amerika. Meski Ia menjadi orang kelima senator berkulit hitam di negeri Paman Sam itu. Perjuangannya, kharismanya membuat warga seluruh dunia salut kepadanya. Apalagi ketika mengamati pemilihan presiden Amerika yang ke-44 baru-baru ini, benar-benar menakjubkan. Ia menang telak melawan saingannya dari Partai Republik.

Rakyat Indonesia ikut berbahagia, karena Obama pernah mengukir sejarah hidupnya di Negara Burung Garuda ini. Tidak sedikit yang menaruh harapan dengan kenaikan Obama menjadi Presiden Negara Adidaya ini. Tentunya, dengan kenaikan Obama menjadi Presiden, keangkuhan Amerika dalam memandang negara-negara kecil selama ini dapat dinetralisir. Setidak-tidaknya garis politik yang Ia kampanyekan, agak berbeda dari senior sebelumnya. Obama dengan latar belakang keluarga yang multikultur [Kenya, Amerika, Indonesia], membuat ia lebih punya hati. Ia tidak rasis dan berusaha menghilangkan perbedaan.

Seperti pidato pertamanya di depan warga Demokrat di tahun 2004, ia sebagai warga Amerika yang tidak asli bahkan belang-belang karena banyak budaya membesarkan dan membentuk garis hidupnya. Ia mengakui kehadiranya tidak disukai. Namun, katanya, dengan berbagai kultur dan latar belakang itulah yang membuat Amerika menjadi bangsa yang besar.

Kalimat pembuka seperti ini benar-benar membuat seluruh yang hadir terkesima dan memberikan simpati kepadanya. Pidato itu benar-benar melihat siapa sebenarnya Obama. Ditambah dengan aktifitas sosialnnya yang membela pembayar pajak dan suku minoritas di Amerika, jelas memberikan poin simpati yang besar kepada Obama.

Obama yang hitam ternyata hatinya putih. Itu menjadi modal pula bagi Obama untuk masuk ke Gedung Putih. Membawa tujuan politik yang lebih santun dan bersahaja. Semoga saja dalam perjalanan kariernya menjadi Presiden Ia tidak berubah. Seperti ia tidak berubah membela masyarakat yang marginal selama ini.

Garis politik Obama ini,  sangat berbeda dengan para seniornya dengan angkuh memposisikan Amerika sebagai polisi dunia. Dengan alasan HAM, Amerika di tangan seniornya seenaknya memainkan senjatanya dan membantai lawan-lawan politiknya. Padahal rakyat kecil yang tak bersalah sudah menjadi korbannya. Di balik semua itu ternyata tersimpan politik ekonomi yang busuk, mengabiskan penguasa yang di nilai diktator ternyata di belakangnya tersimpan ambisi minyak dan kesombongan.

Sebagai rakyat Indonesia, selayaknya jangan terlalu tertipu dengan garis sejarah  yang dimiliki Obama di Indonesia. Amerika tetaplah sebuah negara yang mempunyai kebijakan untuk membela rakyatnya terlebih dahulu. Meski Obama seorang yang selalu membela masyarakat yang marginal, Indonesia harus tetap berlaku sebagai bangsa yang bersahaja dan terhormat. Obama tidak akan merubah Indonesia ke arah yang lebih baik. Kecuali rakyat Indonesia bertekad merubahnya sendiri. Tentunya, dengan memilih pemimpin yang bersahaja dan berhati mulya di tahun 2009 nanti.

Jangan kita salah pilih lagi. 5 Menit kita salah di kotak suara, 5 Tahun kita akan menderita. Mulai saat ini sampai masa pemilihan 6 bulan ke depan kita akan melihat munculnya calon-calon pemimpin itu. Jangan sampai terbius dengan janji-jani palsu. Tapi mintalah petunjuk yang Maha Kuasa agar mendapat pemimpin yang di Ridhoinya.

Selamat Obama, Selamat menentukan nasib sendiri Indonesia !

One thought on “Apresiasi untuk Obama”

  1. salut…
    tapi kita tunggu saja sepak terjangnya..
    jangan-2 sama saja
    hanya beda kulit doang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.