Merdeka dari Hati

Kemerdekaan. Ya, sebentar lagi kita akan memperingatinya untuk ke-63 tahun. Pertanyaan yang sering terdengar di setiap memperingati kemerdekaan adalah sudahkah kita merdeka? Jawabannya bermacam-macam. Ada yang mengatakan sudah, ada yang belum, adapula yang menyebut kemerdekaan setengah hati.

Makna dari sebuah kemerdekaan tentulah sangat luas. Sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT dan rasulnya, yang paling penting untuk dihayati adalah sudahkah kita merdeka dari hati? Dengan kata lain, apakah kita sudah memerdekan hati kita dari persoalan yang akan menghambat hubungan kita vertikal kepada Allah SWT dan horisontal kepada makhluk lainnya.

Sebagai seorang Muslim yang mempertuhankan Allah kita dituntut untuk merdeka (terbebas) dari menyembah dan mengagungkan selain Allah SWT. Hati kita harus bersih hanya mengakui hanya Allah saja yang akan menjadi penolong (QS Alkhlas : 2), Allah saja yang memberi petunjuk (QS Alfatiha :6).

Ketika hati kita mendua, seakan ada yang lain yang kita yakini mampu memberikan pertolongan petunjuk, atau kita kagumi selain dari pada Allah. Saat itu kita sudah berbuat syirik. Akidah kita rusak. Dan Allah nanti akan mempertanyakan kepada kita. “Apa kurangnya diriKU, sehingga engkau berpaling?”

Allah sangat benci dengan hambanya yang hatinya mendua dalam penyembahan. Neraka Jahannam adalah tempat orang-orang tersebut. Nauzubillah (QS 4:116) Allah tak mengampuni orang yang mensekutukannya dengan yang lain.

Hati-hatilah jarak antara ketaatan pada Allah dengan kemusryikan sangatlah dekat, dan pemisahnya sangatlah tipis. Berlindunglah kita kepada Allah agar kita dituntun untuk tidak mensekutukannya.

Merdekakan hati kita, jangan hubbundunyaa (cinta dunia berlebihan). Itu juga sebuah kemusyrikan. Dunia hanya fasilitas dan ladang ujian untuk menjadi hamba Allah yang beribadah kepadaNya. Bukankah manusia dan jin diciptakan untuk mengabdi kepada Allah. Untuk itu jadikan semua aktivitas kita dengan sandaran kepada Allah SWT dengan niat ibadah. Merdekakan hati dari kemusyrikan.

Patut kita renungkan, umur kita di dunia sangatlah pendek. Jalan panjang yang akan kita tempuh di akhirat nanti tak ada batasnya. Tak ada yang akan menolong kita di sana selain Allah dan amal kita saat ini di dunia. Mama Lauren, Ki Joko Bodo, Dedy Corbuizer yang mengaku menjadi penolong manusia bermasalah di dunia ini akan menghadapi hal yang sama. Urusan ghaib adalah Allah rajanya, mereka yang mengaku mampu menuntaskan masalah manusia itu dia juga makhluk bukan Tuhan. Jadi kalau dia mencampuri urusan Tuhan memberikan ramalan (urusan ke depan atau ghaib) biar dia yang bertanggung jawab kepada Yang Memberi Urusan. Kita jangan ikut.

Merdekakan hati kita dari keyakinan yang melemahkan kemampuan Allah dalam membantu Kita. QS Al Baqarah 255-257 jelas menyatakan Allah melindungi kita, menjaga dan Ia tidak pernah tertidur dan tidak ada yang mampu memberikan pertolongan kecuali atas izin-Nya. Miliknya yang ada di bumi dan di langit termasuk diri kita. Jadi minta tolonglah langsung kepada Allah lewat ibadah yang hanya karena Allah saja.

Sekali merdeka tetap merdeka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.